Monday, January 29, 2018

JELLY BEAT BAND "GAK PAKE PENYANYI TITIPAN".




"Hidup ini harus 'move on' kalau gak mau dilindas jaman"kata Jelly Tobing lewat telpon ditengah malam,hanya untuk memberi tahu sudah punya grup baru dengan nama Jelly Beat Band(JBB)."Pemainnya mereka2 yang sudah memiliki jam terbang yang gak diragukan.Lihat saja buktinya nanti di show perdana JBB di Foodism,Kemang pertengahan Februari '18"
JBB dipersiapkan buat meramaikan acara Pesta Musik Jumpa Kawan Lama 2018."Gua harap acara tersebut betul2 sebagai pertemuan silatulrahmi & mengenang sahabat2 kita yang ikut di JKL 2016 yang sekarang telah berpulang duluan.Jangan pake acara ngumpulin dana segala macam,kalau yang muncul kebanyakan penyanyi2 titipan".Jelly menegaskan.

EQUATOR CHILD GROUP HARD ROCK DAHSYAT YANG TERLUPAKAN



Oleh : Mh Alfie Syahrine

     Kugiran cadas asal Pontianak  sering main di luar negeri seperti Kuala Lumpur, Kulim Kedah, Alor Star, Negeri Sembilan dan yang lainnya baik di Malaysia maupun Singapura dan kemudian mereka hijrah ke Jakarta. Kugiran cadas yang dimotor oleh  Guitarist Atauw  ini terdiri dari  Atauw gitar, Jimmy Wemay, drum, Joseph, bass, Yusuf gitar, dan Imron vokal dan begitu mereka hijrah ke jakarta masuk Adhi Mantra sebagai keyboardist. Memang kugiraan ini  boleh diacungi jempol, pasalnya sebelum ada raja-raja guitar seperti Ian Antono, Sunatha Tandjung,Deddy Dores, Benny Soebardja, Albert Warnerin Fadhil Usman,atau Darmawan Purba bermunculan diatas panggung di Tanah Air, Atauw sudah bertengger terlebih dahulu sebagai Gitaris rock kelas wahid di Tanah Air yang permainan gitarnya nyaris seperti Ritchie Blackmore seratus persen . Banyak show yang mereka lakukan di pelbagai tempat termasuk di Jakarta pada kurun waktu awal tahun 70-an dan mereka  meraih sambutan yang hangat dan pada  setiap penampilan mereka selalu saja membuat penasaran para penontonnya,

     Kugiran cadas asal Pontianak yang hijrah ke Jakarta ini sering membawakan lagu dari Deep Purple, Grand  Funk Railroad, Uriah Heep dll serta lagu-lagu ciptaannya banyak terpengaruhi oleh kugiran  musik Deep Purple dan Uriah Heep  begitu juga sewaktu mereka mengadakan show di Pekan Baru dan kota Padang kekompakan serta kepiawian para personil group ini berhasil menarik rasa penasaran para penonton banyak penonton yang dibuat histeris oleh  gaya permainan guitar Atauw serta mantabnya gaya menyanyi Imran vokalis andalan mereka yang gayanya esentrik dipanggung itu disamping kelihayan permainan permainan keyboard Adhi  Mantra yang boleh dikata masih langka.
                                 
          Equator Child  menikmati masa ketenaran  mereka pada awal kurun tahun 70-an banyak order manggung datang pada mereka namun manakala Adhi ditarik gabung ke Golden Wing maka Equator Child-pun seakan kehabisan napas disamping bermunculannya  group –group band band panggung yang tidak kalah dahsyatnya dengan mereka seperti AKA, Rollies, Rhapsodia,God Bless,Giant Step,SAS dan Superkid serta group- group rock lainnya maka Equator Child-pun lambat laut tertutup oleh gegap gempitanya para pendatang baru itu, kemudian merekapun bubar. Pada tahun 1976 Atauw di tarik oleh Rinto Harahap untuk memperkuat band Lolypop dan dia menarik kawan lama di Equator Child, Adhi Mantra untuk gabung ke Lolypop band pengiring penyanyi-penyanyi pop  di perusahaan rekaman pimpinan Rinto Harahap.

Akan tetapi semangat dan cintanya terhadap musik rock tidak pernah padam di hatinya hingga  pada suatu acara di Wareong Kemang pada tahun 1998 Atauw diundang untuk pamer kebolehan disana dalam acara Tribute To Ritchie Blackmore dimana dalam solo gitar, Atauw tanpa disangka sangka membanting gitarnya keatas panggung lalu mmenginjak injaknya berulang kali seperti  Deddy Dores dijaman kejayaannya dulu .Atraksi penghancuran gitarnya. hingga gitar yang malang itupun menjadi berantakan  berkeping keping yang  mana membuat pengunjang bersorak sorai rupanya Atauw masih ingat akan kebesaran group group era 70-an dulu

ISKANDAR "ROLLIES BUTUH DARAH SEGAR".


Keputusan untuk menggusur Deddy Stanzah terasa sangat menyakitkan hati."Kita semua sedih dan berat hati melepaskan Stanzah.Walau bagaimana juga dia seorang pencetus dan penggagas nama Rollies,Susah senang sudah kita lewati bersama,segala masalah kita sama2 cari jalan keluarnya.Tapi sekarang jalan keluar itu ditempuh sendiri oleh Stanzah,dan kita2 harus ikhlas".
Persoalan tidak selesai sampai disitu,Rollies harus mencari pengganti Stanzah."Dan tidak segampang itu mendapat pengganti,seorang bassist yang bisa seirama.Gak usah sehebat Stanzah.Se-tidak2nya dia seorang bassist yang cekatan dan bisa menyatu dengan kita2".
Cukup lama Rollies mendapat seorang pengganti."Rollies butuh darah segar untuk bisa bangkit lagi.Dan itu ada di Oetje F Tekol"sahut Iskandar.

The Rollies adalah sebuah grup musik jazz rockpop, soul funk asal Indonesia yang dibentuk di Bandung pada tahun 1967 dan sempat populer di era 60-an sampai dengan akhir 90-an. Para personelnya antara lain terdiri dari Bangun Sugito (vokal), Delly Joko Arifin (keyboards/vokal), dan Teungku Zulian Iskandar (saxophone).Benny Likumahuwa(trombon) dan Bonny Nurdaya (gitarOetje F Tekol (bass), Jimmy Manoppo (drum), Didit Maruto (Trumpet) dan juga pendiri dan mantan personelnya almarhum Deddy Stanzah dan Iwan Krisnawan.

RADJA NASUTION "BARU KALI INI AKU NGE-BLUES".


Seumur-umur jadi anak band di Medan, salah satunya ikut di The Rhytmn Kings."Tapi baru kali ini aku mainkan lagu2 blues"tutur Raja Nasution sambil memainkan :Broken Wings" John Mayall berulang kali."Ternyata asyik juga,kalau gak diajak Maxi dan Memet.Aku mana tahu lagu blues,karena di Medan mana ada kugiran blues.Semuanya beraliran rock".
Raja tak kecil hati kalau ada yang bilang dirinya gagal pagam musik musik blues."Aku jujur bilang apa adanya,kenapa harus malu kalau kita memang gak pernah sekalipun memainkan lagu2 blues".
Pendapat yang sama juga dilontarkan Atauw dan Mamad."Saya dulu kebanyakan memainkan lagu Deep Purple"kata gitaris yang dijuluki Ritchie Blackmore Indonesia."Gua sempat ikut kembesarkan C'Blues,tapi gak pernah memainkan lagu2 blues"timpal Mamad.Ketiganya kini bergabung di BigMan Bluesbreakers.bersama Maxi Gunawan,Memet,Roy Wuysang dan Noldy Wuysang.

Genre blues didasarkan pada bentuk blues tetapi memiliki karakteristik lain seperti lirik tertentu, garis bass dan instrumen. Blues dapat dibagi menjadi beberapa subgenre mulai dari negara untuk blues perkotaan yang lebih atau kurang populer selama periode yang berbeda dari abad ke-20. Paling dikenal adalah Delta , Piedmont , dan gaya blues Chicago. Perang Dunia II menandai transisi dari akustik ke electric blues dan pembukaan progresif musik blues ke khalayak yang lebih luas. Pada tahun 1960-an dan 1970-an, terbentuk suatu hibrida yang disebut revolusiblues rock.

OMA IRAMA "SAYA MODALNYA CUMA BACA".

Dangdut is the music of my country, bicara musik dangdut tak mungkin lepas dari Rajanya yakni Rhoma Irama, bahkan Bang Haji ini termasuk yang mempopulerkan istilah musik dang dut.

Berikut pernah ditulis di media musik Aktuil, simak yuk.

Bicara soal musik dengan Oma Irama boleh dikatakan cukup menyenangkan,ia dengan lugas menjawab semua pertanyaan  tanpa harus berpikir terlebih dahulu."Modal saya cuma buku,semua buku saya baca dari musik sampai ilmu pengetahuan.Dan semua musik saya dengarkan,dari klasik sampai rock & blues".
Hasratnya untuk menjadikan musik dhangdut diterima masyarakat luas,timbul ketika menyaksikan konser Deep Purple."Selama ini kita cuma dengar dari radio atau piringan hitam saja.Saya jadi penasan kayak apa sih Deep Purple yang digemari anak muda itu.Setelah menonton Deep Purple 2 hari ber-turut2 rame2 bersama anak2 OM Soneta,baru sadar bahwa musik rocknya DP memang cepat akrab di telinga.Dari sanalah saya bertekad untuk mengangkat musik dhangdut agar bisa diterima anak muda yang ter-gila2 musik rock,dan saya yakin konsep ini bisa diterima".
Sekalipun jalannya tidak mulus,karena banyak kecaman2 yang menuduh Oma keluar dari pake Orkes Melayu,sehingga Elvy Sukaesih pasangannya kabur."Saya tidak ambil pusing karena kalau harus berpatokan pada pakemnya,sampai kiamat musik dhangdut bakal disebut musik kampungan"

Saturday, January 27, 2018

BETHARIA SONATA BIKIN LAGU CENGENG DIPROTES PAK HARMOKO


Seperti yang ditulis di group Aktuil di FB.
Sebelum lagu “Hati Yang Luka” dipopulerkan oleh Betharia Sonatha pd 1987, adalah fakta bhw sdh tdk terhitung begitu banyaknya lagu cengeng yg mewarnai perjalanan musik Indonesia, dari dekade ke dekade.

Tetapi setelah lagu ciptaan Obbie Messakh ini sangat populer kala itu, dan versi orisinilnya terjual lebih dr 1 juta copy, maka menteri penerangan saat itu, Harmoko, mendadak melarang TVRI menayangkan lagu-lagu pop melankolis alias cengeng.

Kata Harmoko waktu itu, lagu-lagu cengeng tdk cocok dgn situasi bangsa, yg lagi getol-getolnya melakukan pembangunan, dan bisa merusak mental masyarakat jadi menye-menye.

ERROS DJAROT"ANAK BAND OMONGANNYA GEDE".

Seperti yang pernah ditulis di Majalah Aktuil.

Kepulangannya ke Jakarta dimaksudkan untuk berbagi pengalaman dan ilmunya dibidang musik.Namun Erros Djarot melihat kenyataan bahwa dunia musik Indonesia masih merangkak dari bawah."Padahal gua cukup lama di Jerman,koq musik kita se-gitu2 saja.Yang gede cuma omongannya saja kayak Ucok Harahap,Melky Goeslaw,Benny Soebardja atau Mickey Bentoel",
Di mata Erros semua album musik Indonesia yang beredar,tak satupun yang bermutu."Musiknya saja gak karuan,lyriknya asal jadi ditambah hasil rekaman yang gak bermutu.Klop sudah nasib musik negeri ini".
Tanpa banyak gembar gembor kesana kemari Erros berhasil merilis album perdana Barongs Band."Coba bandingkan album gua,disana bisa dibuktikan musik dan lyriknya jauh berbeda.Lu boleh kritik abis,kalau omongan gua gak terbukti:.

HARI INI 27 Januari 80 DALAM SEJARAH DUNIA ROCK'N'ROLL.


27 Januari 1980 - Merupakan hari terakhir penampilan Bon Scott bersama AC/DC.Pasalnya usai menggelar konser "Highway to Hell World Tour",kondisi Scott terus menurun yang berakhir dengan tewasnya vokalis kebangaan AC/DC pada tgl 18 Februari 1980.
AC/DC yang sedang melambung popularitasnya lewat "Highway to Hell",seperti mengalami anti klimaks dengan tewasnya Scott."Waktu itu kami sedang semangat2nya bikin konser dimana-mana,tahu2 Scot pergi begitu saja"ungkap Angus Young pada Sydney Morning Herald.

ROGER DALTREY PENDIRI THE WHO ?


Seperti yang pernah diberitakan majalah Aktuil.
 Jika boleh dikatakan ya begitulah anggapan publik Inggris kpd Roger Daltrey.   Bertubuh tidak terlalu tinggi , pria ramah ini terlahir dgn nama Roger Harry Daltrey,  (lahir 1 Maret 1944; umur 73 tahun), adalah seorang penyanyi-penulis lagu dan aktor Inggris.   Roger terkenal sebagai penyanyi utama band rock Inggris, The Who dan disamping itu dia juga telah bersolo karier dan membintangi banyak film, drama, serta acara televisi. Selain itu dia juga membuat film a.l. Tommy dan Mc Vicar yg terkenal itu.  Pernah bekerja di pabrik baja bahkan pernah membuat gitar sendiri utk Pete Townsend.             Saya pribadi mulai tertarik dgn The Who saat album Pinball Wizard di rilis sekitar akhir thn 1960 an, saat lagu My generation dan I'm free dikumandangkan di acara Top 40 BBC.
                                                                              
Showmanship on stage nya tdk diragukan lagi serta kelihaiannya memainkan microphone wire bak tali lasso membuat Roger merupakan icon rock Inggris sejajar dgn Robert Plant, Ian Gillan, Ozzy Osbourne dll. Setelah The Who merilis album Who's Next di thn 1971, barulah masyarakat rock dunia semakin yakin akan karakter bermusik Roger Daltrey. Kepergian Keith Moon sangat membuat hatinya sedih namun tdk mengendurkan semangatnya utk tetap mempertahankan The Who sebagai tempatnya bermusikalitas. Dihari tuanya, Roger Daltrey banyak menulis utk sebuah buku dan bbrp lagu utk theme song pada film serial TV di Amerika. Dia juga giat bekerja menggalang dana utk suatu Yayasan Kanker Remaja Amerika.

THE MARIANIS - SANG PENANTANG GODBLESS.

Sumber Majalah Aktuil

Grup asal kota Padang ini punya nyali yang cukup besar.Tanpa tanggung menantang duel meet dengan GodBless.Padahal mereka cuma dikenal diseputar Sumatera Barat saja.
Bernaung dibawah manajemen hotel terkenal Mariani,memiliki peralatan musik yang lengkap dan berkelas.Namun saat GodBless manggung selama 2 malam di Padang.yang terlihat dipanggung cuma peralatan musiknya saja,sedangkan para personilnya entah kemana.
Alhasil hanya GodBless seorang diri menghibur masyarakat kota Padang."Kami mau lihat dulu kehebatan GodBles"kilah Mahyudin yang dipergoki koresponsen Aktuil sedang asyik menonton pagelaran di malam kedua.

NOMO "MEREKA MEMANG BUTA NOT BALOK".

Seperti yang ditulis di group FB Aktuil The Legend

Suatu saat Billy Silabhumi reporter Aktuil bertandang ke studio Remaco,namun Eugene Timothy bos Remaco menyuruhnya kembali sambil berbisik "Ada Koes Plus lagi rekaman" - Lho,kenapa gak boleh dilihat? Tidak biasa2nya mereka bersikap seperti itu."Boleh,tapi jangan lama2 ya".
Dari balik kaca ruang operator terlihat Tony Koeswoyo sedang me-nekan2 tuts piano dan terdengar aneh.Dia seperti mencari-cari nada yang pas.Tapi siapa yang peduli.Billy terus keluar studio sambil ber-tanya2 dalam hati,apakah Tony baru belajar main piano?
Ketika bertemu Nomo di studio Yukawi,Billy bertanya soal Tony.Koboi van Tuban itu lantas tertawa ngakak."Sampeyan gimana sih,mosyok ora ngerti.katanya dulu pernah jadi anak band.Asal sampeyan tahu Tony itu gak ngerti not balok,bukan cuma dia.mereka semua memang buta not balok,termasuk aku.Kalau gak percaya,sampeyan tanya sama konco2 anak band yang mangkal disana".

PANGGUNG MUSIK ROCK BANJIR DARAH.


Hingar bingar panggung musik rock tak luput dari peristiwa2 berdarah yang menimpa para penonton,seperti yang terjadi saat GodBless menggelar konser di Malang.3 orang tewas saat berebut masuk gedung pertunjukan,puluhan orang terpaksa digotong ke RS akibat luka2. Yang paling mengerikan terjadi pada festival hard rock di Taman Rekreasi,Jurug,Solo.Dimeriahkan oleh grup2 keras dari Solo Destroyer dan Tropic,Machine Head dari Jogyakarta yang tampil sebagai band pembuka,disusul Tropic.Kedua grup keras tersebut memanaskan suasana dengan lagu2 dari Deep Purple,Black Sabbath & ELP. Mala petaka terjadi menhelang tengah malam,saat Destroyer tampil dipenghujung acara.Personel Destroyer tampil menyodorkan lagu2 Black Sabbath dalam suasana horror,Pasalnya bau kemenyan merebak keras dari arah panggung,kabarnya Destroyer menyiap 20 kg kemenyan 30 kaleng mentega berisi bom asap,genta dari tiang telpon dan 1 keranjang sampah berukuran besar berisi kembang api. Ditengah raungan lagu "Paranoid" yang disambut tempik sorak penonton tiba2 terdengar ledakan keras diikuti semburan mercon,kembang api dan bom asap.Sebagian penonton mengira ini bagian atraksi Destroyer,namun setelah penonton menjerit histeris melihat beberapa orang roboh bersimbah darah.Kekacauanpun terjadi,ketika Diro bassist Destroyer berteriak "Matek aku...."ia langsung roboh terkena serpihan kaleng mentega. Djoko Waluyo roadies Destroyer yang bertugas membakar mercon,kembang api tewas seketika.& 7 penonton yng berada didepan panggung ikut meregang nyawa.Puluhan penonton terheletak akibat luka2 yang dideritanya.Festival Hard Rock dihentikan setelah bajir darah dimana-mana. Sumber: majalah Aktuil

Monday, January 22, 2018

Mmboopp Lagu Hits Tahun 90 an

Ada yg ingat ga yaa Sama ni lagu??

Mmm bop, ba duba dop
Mmm bop, ba duba dop
Ba du bop, ba duba dop
Ba du bop, ba duba dop
Ba du bop, ba duba dop
Ba du bop, ba duba dop
Ba du
Ba du

Sepatu Hits zaman 80-90 an


Dulu pas SMP sepatu warrior adalah sepatu wajib seluruh siswa di kotaku, kayaknya. Bagaimana dengan Hitters?
#sepatu_lejen
***foto dari Google