Monday, December 10, 2018

Mick Jagger Masih Sanggup 2 Jam!

MICK JAGGER "SAYA MASIH SANGGUP 2 JAM LAGI". Ditemui disebuah studio di pinggiran kota London,Mick Jagger membenarkan rencana tour show keliling Amerika pada p[ertengahan thn 2019."Tepatnya The Rolling Stones akan memulai konsernya di Hard Rock Stadium,Miami.Florida.Selanjutnya di Jacksonville Floria,pada tgl 24 April'19.Sebelum kami ke Dallas,Texas,tgl 28 April'19". Jagger menambahkan ia telah memilih beberapa kota yang bakal dikunjungi The Rolling Stones."Salah satunya Phoenix,kota yang paling mengasyikan dengan penonton yang spontanitas". Menurut Keith Richard,lawatan tour show ke Amerika nanti,merupakan konser perpisahan The Rolling Stones.Bagaimana menurut anda? _ "Saya juga dengar Keff bicara di beberapa surat kabar.tapi dia sendiri belum pernah membahas soal itu.Gak ada masalah kalau dia mau pensiun,saya sendiri masih sanggup nyanyi 2 jam lagi.saya kurang yakin dia mau tinggalkan pekerjaannya yang bertumpuk di The Rolling Stones". Keff juga kasih tahu bahwa The Rolling Stones mau merilis album baru. - "Memang betul,kami berdua sudah lama membuat lagu2.Tinggal dipilih mana yang cock untuk direkam duluan,seingat saya ada 33 lagu baru". Liburan Natal & Tahun ada rencana kemana? - "Seperti biasa setiap tahun,saya selalu berkumpul dengan anak cucu.Maunya ke Bali,anak2 saya belum pernah ke pulau yang paling eksotis diseluruh dunia.Kalau dadakan perginya juga gak masalah,karena ada teman yang meminjamkan villa-nya.Rencananya minggu depan sudah di putuskan mau ke Bali atau Brasilia". source status fb Buyunk Aktuil

Sunday, December 9, 2018

Reza Artamevia

PERTEMUAN DENGAN REZA ARTAMEVIA – “Saya sudah menunggu 20 tahun untuk ini, “ bisik saya pada Reza Artamevia. Dia menatap wajah saya dengan terkejut. “Dua puluh tahun? Memangnya selama ini kemana saja? “ tanyanya. Saya tersenyum, tak tahu musti ngomong apa. Setiap kali ketemu artis yang saya kagumi, mendadak ‘mati gaya’. Lalu kami pose bareng. ‘Selfie’, eh 'Welfie'. Buru buru, rebutan sama fans, ibu ibu muda yang antre. Tapi moment itu sangat mengesankan. Hari itu, sebulan lalu, Reza hadir sebagai salahsatu penampil Maumere Jazz Fiesta Festival 2018. Bersama Andien dan Glenn Fedly. “Saya bawa band sendiri, tampil full satu jam, “ katanya. Puji Tuhan, Alhamdulillah - dia sudah bangkit lagi. Jadi idola saya lagi . Terakhir saya melihat dia tampil di Balai Kartini - Jakarta, nyanyi bersama Gatot Bradjamusti. Mengisi slot yang tidak disiarkan dalam acara puncak Festival Film Usmar Ismail Award 2017. Jujur saat itu, hati saya perih sekali. Sekelas Reza Artamevia yang pernah berpasangan dengan penyanyi senior asal Jepang, Masaki Ueda di lagu ‘Biar Menjadi Kenangan’ - duet nyanyi dengan Gatot, yang entah siapa dia di dunia nyanyi? Saya jatuh cinta pada Reza Artamevia sejak ‘Pertama’ di tahun 1997. Maksudnya, sejak dia menyanyikan lagu ‘Pertama’ yang video klipnya fenomenal itu. Suara altonya yang khas terdengar sexy, musiknya pop kreatif. Di video itu, menggesek gesekkan punggungnya ke tembok, sangat indah dan sensual. “ Pertama, kurasakan getaran / yang kerap goyahkan rasa / Serasa ada sentuhan baru / Sinari hari hariku “ Saya juga suka cover kasetnya dengan wajahnya dan rambutnya yang basah, seperti habis keramas. Lagu ‘Pertama’ milik Reza berhasil menduduki no 1 tangga-tangga lagu di Indonesia dan menjadi hits fenomenal di saat kemunculan pertamanya di tahun 1997. Album inilah yang memberikan banyak penghargaan bergengsi Anugerah Musik Indonesia (AMI), MTV dan sekaligus melambungkan namanya di belantika musik indonesia bahkan memberinya predikat “penyanyi wanita terseksi”. Tercatat album ‘Keajaiban’ terjual hingga lebih dari 100 ribu copy, jumlah mana untuk pendatang baru merupakan prestasi tersendiri buat Reza - karena tahun 1997 Indonesia sedang mengalami Krisis Moneter dan daya beli masyarakat waktu itu sedang menurun. Kolaborasi Reza bersama penyanyi solo Masaki Ueda menjadi ‘first single’ semakin memantapkan posisi Reza Artamevia di jajaran penyanyi papan atas Indonesia. Reza juga mendaur ulang lagu milik Dewa 19 berjudul ‘Cinta 'Kan Membawamu Kembali’ dan lagu milik penyanyi Malaysia Famieza berjudul "Getaran". Tembang ‘Aku Wanita’ juga menjadi lagu andalan dalam album ke-2 ini. Album ini sukses ganda baik di blantika musik pop Indonesia maupun di mancanegara. Tercatat angka penjualan mencapai lebih dari 300 ribu eksemplar di Indonesia dan di luar negeri juga mendapat royalti penjualan album. Oleh Asian Music Standard yang bermarkas di Tokyo, album ‘Keabadian’ diterjemahkan dalam versi bahasa Inggris dan dirilis di Jepang dalam title ‘Amazing’. Pada Album Masaki Ueda yang berjudul ‘Hand of Time’ memuat lagu ‘Forever Peace’ yang dinyanyikan bersama Reza (Lagu ‘Biar Menjadi Kenangan’ ciptaan Ahmad Dhani yang diterjemahkan dalam bahasa Jepang) kemudian terpilih menjadi Tema Balap Formula 1 di Jepang dan Korea. SEMUA yang saya sampaikan hanya untuk menjelaskan bahwa Reza Artamevia adalah penyanyi berkelas, dan ketika tampil di atas panggung dia seorang Diva sesungguhnya. Sampai tragedi keluarga menimpanya. Bagaimana dia bisa jatuh separah itu? Bertemu dengan paranormal yang menghancurkannya pada titik terendah? Tapi, itulah hidup. Thats a life! “ Cintai diriku / seperti aku mencintaimu / Sepenuh jiwaku / Jangan pernah ada/ tersimpan prasangka / Dipelukmu / kuserahkan seluruh hidupku / Dan takkan terbagi / Percayalah, cintaku hanya untukmu “ Saya kira daya tahan setiap orang memang berbeda-beda. Seseorang bisa tangguh menghadapi guncangan, perpisahan dengan pasangan, sementara orang lain tidak. Pada masa galau, panik, kehilangan harapan, pandangan gelap, dia meraih apa saja, ranting, dahan kayu, apa saja yang bisa menjadi pegangan. Dan Reza mendapat pegangan yang salah. Dia pun terus hanyut. Terlelap. Tenggelam beberapa masa. Saya merasakan rintihannya yang pedih, lewat lagunya, ‘Cinta Kita’ : “Mungkinkah kau mencintai diriku/ selama lamanya / Hingga maut memisahkan / Bukan hanya cinta / yang sesaat terus menghilang / Bila hasrat telah usai.” TAPI semua telah berlalu. Saya sangat berbahagia melihat Reza Artameva bangkit kembali. Selalu demikian para motivator memberikan kalimat motivasi, “Bukan soal jatuhnya, Sayangku. Tapi bagaimana bangkitnya! Jatuh delapan kali, bangun sembilan kali! Lanjutkan perjalanan, arungi kehidupan”. Saya tidak bisa ikut meliput konsernya di Maumere, NTT. Hanya melihat rekaman lapoan Maumere Jazz Festival lewat liputan channel ‘Berita Satu’. Saya lihat ketika reporter menanyakan pada warga, siapa artis ibukota yang ditungu tunggu pemunculannya, spontan anak –anak muda di sana berteriak : “ Reza..!!” .Saya hampir meneteskan airmata. Ternyata pesonanya belum pudar. Dan demikianlah ketika Reza tampil, dia mendapat sambutan hangat. Aplous meriah. Setelah sukses tampil di Maumere Jazz Festival, di penghujung tahun 2018, Reza akan tampil di Yogyakarta merayakan pergantian tahun, menyambut 2019. Di hotel bintang lima terbaik di Kota Gudeg ini akan tampil bareng Titi DJ dalam konser bertitel ‘The Best of 2 Divas’ . Bakal digelar di ballrom yang menjanjikan suasana eksklusif dam tata panggung dan pencahayaan berkualitas. Saya selalu kenangkan selalu saat dia menyanyikan ‘Satu yang Tak Bisa Lepas’ : "Kusimpan masa demi masa / Tak mudah 'tuk terlupa / Saat kau masih di sisi / Hingga saat kau dengannya / Kadang ku menangis / . .. .. .. .. ... Satu yang tak bisa lepas / Bawalah kembali jiwa yang luka / Dan perasaan yang lemah ini / Menyentuh sendiriku/ Meski hatiku pun mengerti / sumber: status FB Dimas Supriyanto

Tuesday, December 4, 2018

Ke Monas - Rhoma Irama & Elvie Sukaesih

Ke Monas - Rhoma Irama & Elvie Sukaesih ini adalah lagu irama dangdut yang jadi hit di kala itu disamping tembang hit lain karya Haji Rhoma Irama, Begadang.

MONAS SEBAGAI SIMBOL LINGGA DAN YONI – Tugu Monas mulai dibangun pada 17 Agustus 1961. Bangunan itu memiliki ketinggian 132 meter sebagai modifikasi artefak Lingga dan Yoni.

Presiden Sukarno mendapat inspirasi tersebut dari artefak yang ada di Candi Sukuh di Karanganyar, Jawa Tengah. Bumg Karno menyebut Candi Sukuh merupakan salah satu monumen yang dibangun pada zaman Hindu.

Dalam agama Hindu, Lingga merupakan simbol dari Dewa Shiwa, yang berfungsi sebagi penyalur air pembasuh arca.  Lingga juga merupakan simbolisasi ‘atma’ atau roh. Sedangkan Yoni  simbolisasi ‘shakti’, kekuatan dan kesadaran atma.

Dalam keyakinan Hindu, ada dua bentuk perwujudan Lingga. Pertama, ‘Lingga Cala’ yakni simbol Dewa Shiwa, yang dapat dipindahkan karena bentuknya yang tidak permanen. Contohnya Arca Lingga. Kedua, ‘Lingga Acala’ sebagai tempat hunian bagi Dewa Shiwa, sifatnya permanen sehingga tidak dapat dipindahkan. Gunung adalah tempat pemujaan bagi Sang Hyang Acalapati yang merupakan Dewa Gunung.  Pada masa prasejarah, gunung diyakini sebagi tempat suci, karena kepercayaan akan semakin tinggi - semakin suci.

Pada masa perkembangan Hindu, Yoni merupakan simbol dari Dewi Parvati istri dari Dewa Shiwa. Yoni adalah tumpuan bagi Lingga atau Arca.

Dalam kebudayaan Hindu, seks juga disimbolkan dengan lingga-yoni. Itulah lambang reproduksi lelaki dan perempuan (phallus dan vagina).

Kamus Jawa Kuna - Indonesia mendefinisikan lingga (sankerta) sebagi tanda, ciri, isyarat, sifat khas, bukti keterangan, petunjuk. Juga lambang kemaluan lelaki (terutama lingga Siwa dibentuk tiang batu), titik tugu pemujaan, titik pusat, pusat poros, sumbu. Sedangkan Yoni berarti rahim, tempat lahir, asal Brahmana, Daitya, dewa, garbha, padma, naga, raksasa, sarwa, sarwa batha, sudra, siwa, widyadhara, dan ayonia.

Jika diamati, bentuk Yoni  menyerupai vagina alat kelamin dari wanita, yang merupakan lambang kesuburan pada masa prasejarah.

Maksud wujud lingga yang melakukan penetrasi ke liang yoni adalah kembalinya kesadaran, kembalinya kekuatan atma yang selama ini terselimuti dan tidur nyenyak oleh pengaruh ‘maya’, pengaruh ‘prakrti’, pengaruh alam materi.

Oleh sebab itu pemujaan akan Lingga dan Yoni -  yang merupakan bersatunya Dewa Siwa dan Dewi Parvati -  adalah suatu berkah bagi masyarakat masa lampau, sehingga biasanya lingga-yoni ini diletakkan di wilayah pertanian atau pemujaan para petani kala itu.

Bersatunya Lingga dan Yoni adalah pertemuan antara laki-laki (Purusa) dan wanita (Pradhana) yang merupakan lambang kesuburan, sehingga muncul kehidupan baru (Kelahiran).

Dalam tafsir yang berkembang kemudian, Lingga Yoni tak sebatas sebuah simbolisasi, namun mengandung pesan kehidupan yang sangat luas. Lingga identik  dengan simbol dari energi maskulin, ‘Yang’ atau pria . Seangkan Yoni sebagai simbol dari energi feminin, ‘Yin’ atau wanita.

Jadi Lingga dan Yoni merupakan jalur energi Illahi di tubuh manusia dan di alam semesta.

GAGASAN mendirikan tugu Monas dimulai pada 17 Februari 1955, ketika Presiden Sukarno menggelar sebuah sayembara terbuka tentang desain sebuah tugu yang akan dibangun di Jakarta. Sayembara ditutup pada Mei 1956. Ada 51 arsitek yang mengajukan rancangan, dan hanya satu yang dipilih, yakni karya Frederich Silaban, meski sebenarnya desainnya dinilai tak memenuhi syarat bangunan tugu.

Waktu itu arsitek lulusan Technische Hogeschool ― kini Institut Teknologi Bandungc― yang juga perancang masjid Istiqlal itu menginginkan bangunan tugu yang mencerminkan revolusi serta kepribadian dan cita-cita rakyat Indonesia.

Sayembara kembali dibuka pada 10-15 Mei 1960. Kali ini pesertanya mencapai 222 orang dengan 136 desain bangunan. Sayang, tak ada satu pun yang memenuhi keinginan Sukarno. "(Bangunan) yang mencerminkan hal yang bergerak, yang dinamis dalam satu bentuk daripada materi yang mati,” pesan Sukarno, seperti dikutip dalam buku ‘Bung Karno Sang Arsitek’ karya Yuke Ardhiati.

Presiden Soekarno mengingatkan tugu itu haruslah menunjukan kepribadian bangsa Indonesia, bertiga dimensi, tidak rata, tugu yang menjulang tinggi ke langit, dibuat dari beton dan besi serta batu pualam yang tahan gempa, tahan kritikan zaman - sedikitnya seribu tahun -  serta dapat menghasilkan karya budaya yang menimbulkan semangat kepahlawanan.

Akhirnya, rancangan yang diajukan Frederich Silaban diambil alih oleh Sukarno dan Raden Mas Soedarsono untuk dimodifikasi. Kemudian R.M. Soedarsono, merancang monument tersebut dengan memasukkan angka 17, 8, dan juga 45, angka-angka tersebut melambangkan hari kemerdekaan Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945.

Dan akhirnya monumen peringatan tersebut di bangun pada area seluas 80 hektare, yang diarsiteki oleh Friedrich Silaban dan juga R.M. Soedarsono, dan mulai dibangun pada 17 Agustus 1961. Hasilnya, jadilah Tugu Monumen Nasional atau Monas seperti yang sekarang ini.

MONAS adalah perlambang Lingga, mewakili maskulinitas sosok ayah yang seorang laki-laki. Monas dibangun di dekat Istana Merdeka sebagai pusat kekuasaan, mewakili sosok eksekutif, yang bekerja keras untuk kebahagiaan rakyat Indonesia sebagai anak-anaknya. Dan di puncak Monas ada nyala api perunggu berlapis emas sebagai simbol 'Dian Yang Tak Kunjung Padam' yang artinya semangat yang selalu menggelora.

Sedangkan Yoni yang mewakili femininitas sosok ibu yang seorang perempuan yang ditampilkan pada Gedung DPR/ MPR. Bangunan itu, dulunya, bernama Gedung 'Conference of New Emerging Force' (Conefo) karena digunakan Soekarno untuk mengumpulkan negara-negara berkembang sebagai reaksi pembentukan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Jika diperhatikan baik-baik bentuk bangunan Nusantara DPR/ MPR yang memiliki unsur vagina dan labium mayora-minora. Monas dan Gedung DPR/ MPR adalah perlambang kasih sayang para pemimpin bangsa ini sebagai orang tua untuk seluruh warga negara Indonesia sebagai anak-anak kandungnya.

Penyatuan simbol Lingga dan Yoni – sebagaimana terlihat dalam tampilan Monas - melahirkan sesuatu yang baru, yaitu penciptaan.

Perpaduan Lingga dan Yoni tersebut melambangkan penciptaan dunia dan kesuburan.

Dengan adanya penyatuan dan penciptaan maka ada generasi yang berkelanjutan atau kehidupan yang berkelanjutan.***

Friday, November 9, 2018

Gadis Malam Java Jive


Tadi sepintas nonton acara apa gitu di TV Nasional menampilkan profil band Java Jive yang silaturahmi ke SMA nya dan bertemu dengan guru Kesenian mereka, mereka berterimakasih dan bertanya apa ada yang ingin jadi musisi seperti mereka pada adik kelasnya.


Jadi pengen denger salah satu lagu hit mereka yang masih saja layak disimak hingga saat ini.
Java Jive adalah grup band Indonesia yang didirikan di BandungJawa Barat dengan digawangi oleh Capung, Noey, Tony, Edwin, Fatur, dan Danny. Grup band ini dibentuk pada tahun 1993.

Awalnya, grup band asal Bandung ini dibentuk pada tahun 1989 oleh oleh sekelompok anak muda yang duduk di bangku SMA Negeri 2 Bandung. Edwin Saleh (dram) dan Noey (bas) sepakat membentuk grup band dengan nama Java Jive yang diambil dari salah satu judul lagu kelompok vokal Manhattan Transfer. Setelah beberapa lama mencoba, Java Jive pun membentuk formasi lengkap dengan masuknya Micko (gitar), Tony (kibor), Fatur (perkusi/vokal), Danny (vokal) dan Neta (vokal). Sayang, pada tahun 1991, Neta, satu-satunya perempuan dalam Java Jive keluar, diikuti oleh Micko yang akhirnya bergabung dengan Protonema. Posisi Micko pun diganti oleh Capung.
Formasi inilah yang akhirnya membawa Java Jive mendapat kontrak pertama dari Musica Studio's pada tahun 1993, dan solid hingga sekarang. Lagu "Kau Yang Terindah" dari album pertama mereka langsung melejitkan nama Java Jive.
Vakum setelah sembilan tahun tak merilis album (walau pada 2006 sempat reunian di album The best yang diberi judul 1993-2006), Java Jive merilis Stay Golddengan tembang andalan Hilang pada Juli 2008.[1] Salah satu alasan mereka vakum adalah karena Danny menderita ketergantungan dengan obat-obatan terlarang.[2]
Vakum selama empat tahun tak membuat Java Jive patah berkibar. Pada tahun 2012, grup musik asal Bandung ini merilis tembang lagu berjudul Teman Sehatisebagai pertanda 20 tahun Java Jive berkibar di dunia musik.[3][4][5] Pada Bulan Agustus 2012 Java Jive mengeluarkan tembang religi Hidup Ini Indah. Dan pada bulan April 2013 mereka merilis single Jujur yang merupakan lagu recycle yang sebelumnya dibawakan oleh almarhum Bram Moersas.
Pada September 2013, album kedelapan yang berjudul Java Jive 20 Teman Sehati dirilis.[6]


Wednesday, November 7, 2018

Butuh Satu Tahun Bujuk GnR Supaya Mau Konser di Indonesia Tanpa Band Pembuka

Butuh Satu Tahun Bujuk GnR Supaya Mau Datang ke Indonesia Tanpa Band Pembuka
Grup rock legendaris Guns N' Roses akan menggelar konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2018) malam. Diketahui konser ini adalah rangkaian tur dunia 'Not In This Lifetime' yang sudah dimulai sejak April 2016. Berikut ini tim Tribunnews.com himpun fakta-fakta terkait konser Guns N' Roses di Jakarta ini dilansir dari Kompas.com. Baca: Nonton Konser Guns N Roses, Fans Cewek Ini Bakal Bawa Mawar Merah Simak selengkapnya di sini! 1. Butuh satu tahun untuk bujuk Guns N' Roses datang ke Indonesia Dilansir Tribunnews.com dari Kompas.com pada Rabu (7/11/2018), juru bicara promotor konser Guns N' Roses 'Not In This Lifetime Tour Jakarta', Adib Hidayat sempat menegaskan pertunjukan akan sesuai dengan rencana semula. Pasalnya, banyak yang bertanya kepada dirinya, apakah konser ini akan benar diadakan atau tidak. Adib kemudian bercerita bahwa membutuhkan satu tahun untuk membujuk band legendaris ini untuk tampil di Indonesia. "Cukup lama ya, hampir setahun dari mereka memutuskan tur ke Asia, dari tahun lalu itu sudah mulai tapi waktu itu yang dapat giliran Singapura, abis itu baru tahun ini Indonesia, dan formasinya berbeda dari beberapa tahun lalu" tutur Adib. "Semoga ini menjadi salah satu konser yang bakal ditunggu karena kedatangan mereka beberapa tahun lalu kan cuma Axl nih," sambungnya. 2. Personel Guns N' Roses sudah tiba di Jakarta Adib Hidayat kembali menjelaskan bahwa personel Guns N' Roses telah tiba pada Selasa (6/11/2018) siang. "Iya tadi sekitar jam 1 (siang) sudah hadir jadi mereka, semua tim (personel) sudah hadir di sini," ucap Adib usai melihat area konser band tersebut di Stadion Utama GBK, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018). Setelah tiba di Jakarta, dikabarkan Guns N' Roses akan segera melakukan check sound menjelang konser. Check sound dijadwalkan pada hari Rabu (7/11/2018) atau ketika hari H. Para personel Guns N' Roses direncanakan akan berada di Indonesia selama tiga hari sebelum mereka melanjutkan rangkaian turnya di Manila, Filipina, pada 11 November 2018. "Sampai berapa harinya mereka (Guns N Roses) kalau tidak salah dari tanggal 9 (November) sudah langsung pergi, ke kawasan Asia lain," ucap Adib. 3. Presiden Jokowi diundang menonton konser ini Dalam konser tersebut, pihak promotor mengaku turut mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena diketahui ia menggemari musik-musik cadas. "Belum tahu (hadir atau tidak). (tapi) Sudah disiapkan kalau dia (Jokowi) datang," ucap Adib Hidayat saat ditemui di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018). Rencananya Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri penampilan Axl Rose dan kawan-kawan ini. Namun, belum bisa dipastikan hal tersebut melihat agenda kerja presiden yang padat. "Coba tanya Pak Bey (Triadi) Machmudin (Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden) saja karena dia lebih tahu (hadir atau tidaknya), kita sudah kabarin beliau kabarnya mau datang cuma belum konfirmasi, jadi datang atau tidak lihat saja besok," ungkap Adib. 4. Gun N' Roses merasa senang bisa tampil di GBK Menurut Ron Chamberlain selaku Tour Representative/GNR Production Manager, Axl Rose dan kawan-kawan sangat senang bisa tampil di GBK. "Venuenya fantastik, bersih, cantik, dan (personel) band antusias. Kita sudah lihat venuenya dan sangat senang. Mereka tidak sabar untuk konser," ucap Ron saat ditemui dalam jumpa pers konser Guns N' Roses di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018). Chamberlain juga mengatakan bahwa personelnya siap menghibur para penggemar di Indonesia dengan lagu-lagu hitsnya. "(Selama) tiga jam dari semua album dan lagu-lagu pilihan yang keren (akan dibawakan oleh Guns N' Roses)," ucap Chamberlain. Tak hanya itu, agar bisa tampil maksimal, Chamberlain mengatakan bahwa Guns N' Roses membawa semua peralatan dan krunya dalam konser tersebut. "(Sebanyak) 50 orang kru, 40 ton kargo terdiri dari sound dan lighting," ungkap Ron. Konser tersebut merupakan tur pembuka pertama Guns N' Roses di Asia, dan menjadi konser internasional pertama di Stadion Utama GBK, Jakarta setelah direnovasi beberapa waktu lalu. 5. Persiapan konser Guns N' Roses Persiapan konser ini terus dikerjakan oleh pihak promotor. "Preparasi sudah 80 persen untuk stage. Nanti teman-teman (para wartawan) kami ajak untuk tur sebentar, lihat panggung yang (sedang) di-set-up, (tetapi) berapa panjang panggung (dari) kiri ke kanan belum bisa dihitung, walaupun tadi sempat kita review," ucap Adib Hidaya ketika ditemui di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018). Adib menjelaskan saat itu yang belum dikerjakan tinggal pemasangan peralatan musik. "Kan belum ada alat-alat (musik) tadi (di panggung), belum datang, (belum) loading alat-alat mereka, gitarnya segala macam," ucapnya lagi. Diketahui, untuk konser Guns N' Roses ini dipastikan tidak akan ada penampil pembuka. "Langsung (Guns N' Roses yang tampil), rata-rata konser rock begitu, tiga sampai empat jam langsung (mulai), jadi no need opening," ucap Adib. "Cuma akan ada kejutan, besok yang nyanyi Indonesia Raya siapa. Jadi, teman-teman datang awal saja," sambungnya. Agar konser berjalan lancar, pihak kepolisian menyiapkan pengamanan dengan menyebar 1.000 personel kepolisian di lokasi konser, ditambah 3.000 personel keamanan yang disiapkan oleh pihak promotor. Sementara itu, pihak promotor menjual 50 ribu tiket dalam konser tersebut agar bisa menampung banyak penggemar band pelantun "November Rain" itu.

Guns N Roses Konser di Jakarta Sugeng Rawuh neng Alas!

Guns N Roses Konser di Jakarta

Sugeng Rawuh neng Alas! Hari ini, 8 November 2018, grup rock legendaris asal Amerika, Guns N' Roses (GNR) akan menghibur penggemarnya di Indonesia melalui konser bertajuk ‘Not In This Time Lifetime Tour’.
Konser tersebut akan dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ini merupakan konser kedua yang dilakukan GNR di Indoensia, pertama kali mereka mengadakan konser di tahun 2012 lalu. Saat itu, mereka tidak tampil dengan formasi klasik, hanya Axl Rose sang vokalis saja yang masih berasal dari formasi utama. Sementara untuk konser yang kedua kalinya, mereka akan tampil dengan formasi klasik yakni Axl Rose, Slash Hudson, Duff McKagan, Dizzy Reed. Nah, bagi kamu yang sudah tidak sabar atau belum beruntung bisa menyaksikan konser GNR 8 November nanti, jangan bersedih! Suar.ID merangkumkan 5 fakta seputar konser GNR di Indoensia. Apa saja sih? 1. Telah tiba di Indonesia (dari kiri) Ron Chamberlain (GNR Tour Representative) Samantha Tzovolos (Promotor Third Eye Management/TEM), Dale Skjerseth (GNR Production Manager), Sudir Syahl (CEO Bookmyshow), dan Adib Hidayat (Perwakilan Promotor) saat meninjau venue konser Guns N Roses di GBK, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018). (dari kiri) Ron Chamberlain (GNR Tour Representative) Samantha Tzovolos (Promotor Third Eye Management/TEM), Dale Skjerseth (GNR Production Manager), Sudir Syahl (CEO Bookmyshow), dan Adib Hidayat (Perwakilan Promotor) saat meninjau venue konser Guns N Roses di GBK, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018). Mengutip Kompas.com, GNR telah menginjakkan kaki di Indonesia dua hari jelang konser, yakni pada Selasa (6/11/2018) sekitar jam 1 siang. Hal ini diperoleh dari keterangan Adib Hidayat selaku juru bicara dari promotor TEM dan Unusual. "Iya tadi sekitar jam 1 (siang) sudah hadir jadi mereka, semua tim (personel) sudah hadir di sini," ucap Adib usai melihat area konser band tersebut di Stadion Utama GBK, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018). Adib juga mengatakan, Slash dan kawan-kawan akan segera melakukan check sound jelang konser. GNR akan berada di Indonesia selama 3 hari sampai tanggal 9 November, sebelum mereka akan melanjutkan rangkaian turnya di Manila, Filipina, 11 November 2018. 2. Bawa perlengkapan 40 ton Panggung Guns N Roses di SUGBK, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018). GNR ingin tampil maksimal menghibur penggemarnya di Indonesia. Ini dibuktikan salah satunya dengan membawa perlengkapan yang tak main-main jumlahnya mencapai 40 ton. Perlenngkapan ini terdiri atas sound, lighting, dan LED. "Mereka ingin optimal dalam konsernya, GNR membawa perlengkapan seperti sound system, amplyfire, hingga lighting dengan kargo sendiri seberat 40 ton," ujar Ron Chamberlain selaku Tour Representative atau GNR Production Manager dikutip dari Wartakotalive.com. Samant, selaku perwakilan dari promotor Thrid Eye Management juga mengungkapkan, semua personil GNR sangat antusias untuk menjalani konser turnya di Indonesia. 3. Minta disediakan rendang GNR memiliki permintaan khusus pada konser keduanya di Indonesia ini. Jika dulu saat pertamakali konser di Indonesia meminta untuk disediakan bunga mawar, kali ini mereka menginginkan makanan. Menurut manajer produksi GNR dilansir dari Viva.co.id, Dale Skjerseth saat berada di GBK, mereka meminta disediakan nasi goreng dan rendang. "Pokoknya, harus ada nasi goreng dan rendang sebagai riders," katanya dikutip dari Viva.co.id. 4. Harga tiket Beberapa petugas yang berada di loket tiket konser Guns N Roses di Parkir Timur GBK, Selasa (6/11/2018). Harga tiket konser GNR yang termurah adalah Rp450 ribu hingga yang termahal Rp5 juta. Rinciannya adalah Rp 450 ribu untuk green zone, Rp 600 ribu untuk blue zone, lalu Ro 750 ribu untuk purple zone. Kemudian Rp 850 ribu untuk purple zone (berdiri), Rp 1 juta untuk yellow zone, Rp 1,2 juta untuk Rock Zone A (standing), Rp 3 juta untuk kelas orange zone, dan VVIP dibanderol Rp 5 juta. Per Selasa (6/11/2018) dikutip dari Tribun Jakarta, Grace selaku koordinator tiket di CGV Pasific Place mengatakan sebanyak 50 ribu tiket sudah terjual. Selain itu, Grace juga mengatakan pada hari H konser, akan ada penjualan tiket secara on the spot (OTS) di Gelora Bung Karno (GBK). "Pas hari H masyarakat juga bisa membeli tiket on the spot, kira-kira 1.000 tiket yang akan dijual," katanya di Pasific Place, Selasa (6/11/2018). Lokasi penjualan tiket ini ada di Parkir Timur GBK, nantinya selain ada loket penukaran e-tiket juga ada loket penjualan tiket. 5. Panggung konser Panggung yang akan digunakan untuk konser Gun N' Rose di SUGBK. Antusiasme personil GNR akan konser turnya di Indonesia ini seperti diungkapkan oleh Ron Chamberlain, selaku Tour Representative atau GNR Production Manager, juga dikarenakan panggung konser yang megah dan disajikan sangat fantastik. "Venuenya fantastik, bersih, cantik, dan band antusias. Kita sudah kihat venuenya dan sangat bersenang-senang. Mereka nggak sabar untuk konser," ucap Ron Chamberlain dikutip dari Watakotalve.com. Rumput di stadion GBK akan ditutup seluruhnya untuk konser tersebut agar tidak rusak dengan papan berbahan akrilik. Panggung konser tersebut berdiri di bagian lintasan atletik. Disediakan pula 1 layar besar di tengah dan 2 layar di sisi kanan dan kiri panggung.

Tuesday, October 16, 2018

Rotor Band Pembuka Metallica di Indonesia



Pada Akhir 80an dan awal 90an, demam musik rock & metal yang sedang melanda dunia juga terasa di industri musik tanah air. Salah satu genre yang ngetop saat itu diantaranya adalah Thrash Metal dengan beberapa 'cabang' nya dan Rotor termasuk salah satu pelopornya di Indonesia. Mereka meluncurkan debut albumnya pada saat itu dengan judul Behind The 8th Ball dibawah label AIRO. Salah satu lagunya Peluit Phobia dengan percakapan pembuka 'Polisi yang sedang menilang' lumayan terkenal dan sering diputar di radio GMR Bandung. Puncaknya adalah saat Rotor dipercaya membuka konser Metallica yang saat itu sedang berada dipuncak kariernya.

Monday, October 15, 2018

Tembang Lawas di Toba Dream Jakarta Venue

 Bagi anda penikmat musik rock maka inilah aksi yang mungkin bisa jadi obat rindu anda akan musik berkualitas.

We invite you to join us for a tribute to:
Pink Floyd - The Dark Side Of The Moon
And many more...

*With Seven Years Later Band*
*Vocal: Doddy Katamsi (Elpamas)
*Vocal: Roni (Garux)
*Bass: Toni Monot (ROXX)
*Guitar: Ibnu Aliph (D'Kill)
*Drums: Dandi Fitrinaldi
*Keyboard: Aufa Kantadiredja (JAFA)
*Keyboard: Mando (Ex-Grass Rock)
At:
Toba Dream Jakarta Venue
Jl. Dr. Saharjo No.90.
Menteng Atas / Manggarai
Jakarta Selatan
Jumat, 19 Oktober 2018
Start: 20.00-Onward
*HTM: Rp.100.000,-*
Come and join us...

For more info please contact us:
Www.tobadreamjkt.com
email: teezu02@gmail.com
Radi ‪+6283807862155‬ ( wa)
Titien +6281806731337 (wa)

Wednesday, February 7, 2018

Bad Company

BAD COMPANY JEBOLAN 3 SUPERGROUP.

Dibentuk di Westminster London thn 1973 oleh , ex personil The Free yaitu Paul Rodgers dan Simon Kirke, ex gitaris Mott The Hopple dan Bozz Burell ex bassist King Crimson. Bertindak sbg manajer adalah Peter Grant yg juga dikenal sebagai manajer Led Zeppelin, membuat Badco cepat dikenal di Inggris dan sebagian daratan Amerika diawal kemunculannya. Badco merilis album pertamanya yg berjudul Bad companya lalu ditahun berikutnya berturut turut di rilis Straight Shooter dan Run with the pack sekaligus menelurkan hits Feel Like makin' love yang terkenal itu dan menyabet Platinum di US sebagai album terbaik.

Panggung Musik Ibukota

PANGGUNG MUSIK ROCK DI IBUKOTA  ERA 7O'AN.
Jakarta sebagai ibukota memiliki 3 panggung musik pop,rock,jazz,serta dhangdut.Seperti Istora Senayan,Taman Ria Monas dan TIM Jakarta yang memiliki panggung terbuka dan panggung halaman khusus untuk 'free concert'.
Di panggung halaman inilah semua band2 pesta anak muda Jakarta  unjuk kebolehannya seperti Gipsy,BigMan Robinson,BeatStones,Ireka,Rasela,Fancy Jr,Happiness,dll.
Sedangkan dipanggung terbuka digunakan untuk pagelaran dari Rollies,AKA,Silver Train,Brotherhood serta show perdana GodBless bersama ODALF & Gipsy Jr.
Panggung terbuka TIM,merupakan panggung musik bergengsi yang merupakan tujuan utama bagi grup2 terkenal lainnya.Karena bisa show ditempat ini,berarti mereka bisa menundukan Jakarta.
Taman Ria Monas juga menjadi tujuan utama grup2 dari Medan,Palembang,Pontianak,Bandung,Semarang dan Surabaya.Taman Ria Monas seperti pintu masuk ke Jakarta buat The Rhytmn Kings,Golden Wing,Rhapsodia,Giant Step,Pretty Sister,Fany's,AKA,SAS dan Superkid.
Istora Senayan merupakan panggung musik yang berkapasitas 10.000 penonton.Disini grup2 pengibar musik pop beraksi mulai dari Koes Plus,The Mercy's,D'Lyod,Panbers,Istora Senayan juga menjadi tempat bersejarah bagi AKA,Rollies,Giant Step dan SAS.
Grupbarat yang pernah tampil di Istora Senayan,tercatat,The Bee Gees,The Cats,Uriah Heep,The Tremolous,Christie,The Marmalade.
Di stadion Utama Gelora Bung Karno,hanya GodBless yang pernah menggelar konsernya sebagai band pembuka show DeepPurple.Serta Koes Plus yang terpaksa turun panggung diteriaki bocah2 cilik yang tak sabar menunggu kehadiran Heintje.>"Edhan tenan,mosyok Koes Plus baru 5 lagu diteriaki turun...turun...turun"gerutu Tony Koeswoyo sambil melenggang meninggalkan stadion utama Senayan yang dipenuhi bocah2 histeris.

Renjana

..."GRACE SIMON" MASIH MEMANCARKAN PESONA lagu "Renjana" Adalah lagu terbaik di Festival Lagu Populer Indonesia 1976. Lagu itu juga yang menjadi lagu wajib dalam Festival Penyanyi Pop Indonesia 1976. (mungkin sekarang setara dengan indonesia idol atau AFI) Yang dinenangkan oleh "GRACE SIMON" Sebagai juara 1, "HETTY KOES ENDANG" Sebagai juara 2, dan "DIAH ISKANDAR" Juara 3,...

Album ini menampilkan finalis Festival Penyanyi Pop tingkat Nasional yang masing-masing membawakan lagu "Renjana" Dengan ciri khasnya masing-masing dan satu lagu pilihan Album ini direkam secara Live sehingga suara penyanyi jelas terdengar tanpa rekayasa...

Memang secara kualitas "GRACE SIMON" Pantas menjadi juara penghayatannya begitu pas nembawakan lagu "Renjana" Selebihnya finalis-finalis lain juga tidak kalah keren malahan sebagian besar berhasil menjadi penyanyi terkenal...

Benyamin S

BENYAMIN S "DARI BOCAH  MABOK MUSIK BLUES".
Usai menyiapkan seluruh peralatan musik untuk pagelaran Beib Blues Band di Teater Terbuka,TIM,Jakarta.Benyamin S duduk berselonjor dibangku penonton.Wajahnya terlihat sumringah,mengusik reporter Aktuil untuk bertanya."Gua demen,anak gue bisa show ditempat bergengsi ini.Tadinya gue rada pesimis ditolak,gak tahunya pengelola TIM malah nawarin Beib Blues Band show dua bulan sekali".
Dapat honor berapa? "Aaah...;lu kayak kura2 dalam perahu aja.Honor main disini kan standar,kalau di hitung2 gua malah nombok,bayar ono-ini.Tapi gue kagak pikirin,yang penting so Beib bisa nongol di TIM".
Yakin Beib Blues Band bisa diterima penonton? "Gue kalau bikin apa2 selalu yakin dulu,kalau hasilnya jeblok ya diterima aja,yang penting gue udah usaha.Rezeki kagak bakal kemana-mana,disyukuri aja".
Mengapa pake nama Beib Blues Band."Gak tahu kenape,gua demen aja nama itu,tahu2 diotak gue nama itu brojol.Lagian gue dari bocah sudah mabok musik blues".

Monday, January 29, 2018

JELLY BEAT BAND "GAK PAKE PENYANYI TITIPAN".




"Hidup ini harus 'move on' kalau gak mau dilindas jaman"kata Jelly Tobing lewat telpon ditengah malam,hanya untuk memberi tahu sudah punya grup baru dengan nama Jelly Beat Band(JBB)."Pemainnya mereka2 yang sudah memiliki jam terbang yang gak diragukan.Lihat saja buktinya nanti di show perdana JBB di Foodism,Kemang pertengahan Februari '18"
JBB dipersiapkan buat meramaikan acara Pesta Musik Jumpa Kawan Lama 2018."Gua harap acara tersebut betul2 sebagai pertemuan silatulrahmi & mengenang sahabat2 kita yang ikut di JKL 2016 yang sekarang telah berpulang duluan.Jangan pake acara ngumpulin dana segala macam,kalau yang muncul kebanyakan penyanyi2 titipan".Jelly menegaskan.

EQUATOR CHILD GROUP HARD ROCK DAHSYAT YANG TERLUPAKAN



Oleh : Mh Alfie Syahrine

     Kugiran cadas asal Pontianak  sering main di luar negeri seperti Kuala Lumpur, Kulim Kedah, Alor Star, Negeri Sembilan dan yang lainnya baik di Malaysia maupun Singapura dan kemudian mereka hijrah ke Jakarta. Kugiran cadas yang dimotor oleh  Guitarist Atauw  ini terdiri dari  Atauw gitar, Jimmy Wemay, drum, Joseph, bass, Yusuf gitar, dan Imron vokal dan begitu mereka hijrah ke jakarta masuk Adhi Mantra sebagai keyboardist. Memang kugiraan ini  boleh diacungi jempol, pasalnya sebelum ada raja-raja guitar seperti Ian Antono, Sunatha Tandjung,Deddy Dores, Benny Soebardja, Albert Warnerin Fadhil Usman,atau Darmawan Purba bermunculan diatas panggung di Tanah Air, Atauw sudah bertengger terlebih dahulu sebagai Gitaris rock kelas wahid di Tanah Air yang permainan gitarnya nyaris seperti Ritchie Blackmore seratus persen . Banyak show yang mereka lakukan di pelbagai tempat termasuk di Jakarta pada kurun waktu awal tahun 70-an dan mereka  meraih sambutan yang hangat dan pada  setiap penampilan mereka selalu saja membuat penasaran para penontonnya,

     Kugiran cadas asal Pontianak yang hijrah ke Jakarta ini sering membawakan lagu dari Deep Purple, Grand  Funk Railroad, Uriah Heep dll serta lagu-lagu ciptaannya banyak terpengaruhi oleh kugiran  musik Deep Purple dan Uriah Heep  begitu juga sewaktu mereka mengadakan show di Pekan Baru dan kota Padang kekompakan serta kepiawian para personil group ini berhasil menarik rasa penasaran para penonton banyak penonton yang dibuat histeris oleh  gaya permainan guitar Atauw serta mantabnya gaya menyanyi Imran vokalis andalan mereka yang gayanya esentrik dipanggung itu disamping kelihayan permainan permainan keyboard Adhi  Mantra yang boleh dikata masih langka.
                                 
          Equator Child  menikmati masa ketenaran  mereka pada awal kurun tahun 70-an banyak order manggung datang pada mereka namun manakala Adhi ditarik gabung ke Golden Wing maka Equator Child-pun seakan kehabisan napas disamping bermunculannya  group –group band band panggung yang tidak kalah dahsyatnya dengan mereka seperti AKA, Rollies, Rhapsodia,God Bless,Giant Step,SAS dan Superkid serta group- group rock lainnya maka Equator Child-pun lambat laut tertutup oleh gegap gempitanya para pendatang baru itu, kemudian merekapun bubar. Pada tahun 1976 Atauw di tarik oleh Rinto Harahap untuk memperkuat band Lolypop dan dia menarik kawan lama di Equator Child, Adhi Mantra untuk gabung ke Lolypop band pengiring penyanyi-penyanyi pop  di perusahaan rekaman pimpinan Rinto Harahap.

Akan tetapi semangat dan cintanya terhadap musik rock tidak pernah padam di hatinya hingga  pada suatu acara di Wareong Kemang pada tahun 1998 Atauw diundang untuk pamer kebolehan disana dalam acara Tribute To Ritchie Blackmore dimana dalam solo gitar, Atauw tanpa disangka sangka membanting gitarnya keatas panggung lalu mmenginjak injaknya berulang kali seperti  Deddy Dores dijaman kejayaannya dulu .Atraksi penghancuran gitarnya. hingga gitar yang malang itupun menjadi berantakan  berkeping keping yang  mana membuat pengunjang bersorak sorai rupanya Atauw masih ingat akan kebesaran group group era 70-an dulu

ISKANDAR "ROLLIES BUTUH DARAH SEGAR".


Keputusan untuk menggusur Deddy Stanzah terasa sangat menyakitkan hati."Kita semua sedih dan berat hati melepaskan Stanzah.Walau bagaimana juga dia seorang pencetus dan penggagas nama Rollies,Susah senang sudah kita lewati bersama,segala masalah kita sama2 cari jalan keluarnya.Tapi sekarang jalan keluar itu ditempuh sendiri oleh Stanzah,dan kita2 harus ikhlas".
Persoalan tidak selesai sampai disitu,Rollies harus mencari pengganti Stanzah."Dan tidak segampang itu mendapat pengganti,seorang bassist yang bisa seirama.Gak usah sehebat Stanzah.Se-tidak2nya dia seorang bassist yang cekatan dan bisa menyatu dengan kita2".
Cukup lama Rollies mendapat seorang pengganti."Rollies butuh darah segar untuk bisa bangkit lagi.Dan itu ada di Oetje F Tekol"sahut Iskandar.

The Rollies adalah sebuah grup musik jazz rockpop, soul funk asal Indonesia yang dibentuk di Bandung pada tahun 1967 dan sempat populer di era 60-an sampai dengan akhir 90-an. Para personelnya antara lain terdiri dari Bangun Sugito (vokal), Delly Joko Arifin (keyboards/vokal), dan Teungku Zulian Iskandar (saxophone).Benny Likumahuwa(trombon) dan Bonny Nurdaya (gitarOetje F Tekol (bass), Jimmy Manoppo (drum), Didit Maruto (Trumpet) dan juga pendiri dan mantan personelnya almarhum Deddy Stanzah dan Iwan Krisnawan.

RADJA NASUTION "BARU KALI INI AKU NGE-BLUES".


Seumur-umur jadi anak band di Medan, salah satunya ikut di The Rhytmn Kings."Tapi baru kali ini aku mainkan lagu2 blues"tutur Raja Nasution sambil memainkan :Broken Wings" John Mayall berulang kali."Ternyata asyik juga,kalau gak diajak Maxi dan Memet.Aku mana tahu lagu blues,karena di Medan mana ada kugiran blues.Semuanya beraliran rock".
Raja tak kecil hati kalau ada yang bilang dirinya gagal pagam musik musik blues."Aku jujur bilang apa adanya,kenapa harus malu kalau kita memang gak pernah sekalipun memainkan lagu2 blues".
Pendapat yang sama juga dilontarkan Atauw dan Mamad."Saya dulu kebanyakan memainkan lagu Deep Purple"kata gitaris yang dijuluki Ritchie Blackmore Indonesia."Gua sempat ikut kembesarkan C'Blues,tapi gak pernah memainkan lagu2 blues"timpal Mamad.Ketiganya kini bergabung di BigMan Bluesbreakers.bersama Maxi Gunawan,Memet,Roy Wuysang dan Noldy Wuysang.

Genre blues didasarkan pada bentuk blues tetapi memiliki karakteristik lain seperti lirik tertentu, garis bass dan instrumen. Blues dapat dibagi menjadi beberapa subgenre mulai dari negara untuk blues perkotaan yang lebih atau kurang populer selama periode yang berbeda dari abad ke-20. Paling dikenal adalah Delta , Piedmont , dan gaya blues Chicago. Perang Dunia II menandai transisi dari akustik ke electric blues dan pembukaan progresif musik blues ke khalayak yang lebih luas. Pada tahun 1960-an dan 1970-an, terbentuk suatu hibrida yang disebut revolusiblues rock.

OMA IRAMA "SAYA MODALNYA CUMA BACA".

Dangdut is the music of my country, bicara musik dangdut tak mungkin lepas dari Rajanya yakni Rhoma Irama, bahkan Bang Haji ini termasuk yang mempopulerkan istilah musik dang dut.

Berikut pernah ditulis di media musik Aktuil, simak yuk.

Bicara soal musik dengan Oma Irama boleh dikatakan cukup menyenangkan,ia dengan lugas menjawab semua pertanyaan  tanpa harus berpikir terlebih dahulu."Modal saya cuma buku,semua buku saya baca dari musik sampai ilmu pengetahuan.Dan semua musik saya dengarkan,dari klasik sampai rock & blues".
Hasratnya untuk menjadikan musik dhangdut diterima masyarakat luas,timbul ketika menyaksikan konser Deep Purple."Selama ini kita cuma dengar dari radio atau piringan hitam saja.Saya jadi penasan kayak apa sih Deep Purple yang digemari anak muda itu.Setelah menonton Deep Purple 2 hari ber-turut2 rame2 bersama anak2 OM Soneta,baru sadar bahwa musik rocknya DP memang cepat akrab di telinga.Dari sanalah saya bertekad untuk mengangkat musik dhangdut agar bisa diterima anak muda yang ter-gila2 musik rock,dan saya yakin konsep ini bisa diterima".
Sekalipun jalannya tidak mulus,karena banyak kecaman2 yang menuduh Oma keluar dari pake Orkes Melayu,sehingga Elvy Sukaesih pasangannya kabur."Saya tidak ambil pusing karena kalau harus berpatokan pada pakemnya,sampai kiamat musik dhangdut bakal disebut musik kampungan"

Saturday, January 27, 2018

BETHARIA SONATA BIKIN LAGU CENGENG DIPROTES PAK HARMOKO


Seperti yang ditulis di group Aktuil di FB.
Sebelum lagu “Hati Yang Luka” dipopulerkan oleh Betharia Sonatha pd 1987, adalah fakta bhw sdh tdk terhitung begitu banyaknya lagu cengeng yg mewarnai perjalanan musik Indonesia, dari dekade ke dekade.

Tetapi setelah lagu ciptaan Obbie Messakh ini sangat populer kala itu, dan versi orisinilnya terjual lebih dr 1 juta copy, maka menteri penerangan saat itu, Harmoko, mendadak melarang TVRI menayangkan lagu-lagu pop melankolis alias cengeng.

Kata Harmoko waktu itu, lagu-lagu cengeng tdk cocok dgn situasi bangsa, yg lagi getol-getolnya melakukan pembangunan, dan bisa merusak mental masyarakat jadi menye-menye.

ERROS DJAROT"ANAK BAND OMONGANNYA GEDE".

Seperti yang pernah ditulis di Majalah Aktuil.

Kepulangannya ke Jakarta dimaksudkan untuk berbagi pengalaman dan ilmunya dibidang musik.Namun Erros Djarot melihat kenyataan bahwa dunia musik Indonesia masih merangkak dari bawah."Padahal gua cukup lama di Jerman,koq musik kita se-gitu2 saja.Yang gede cuma omongannya saja kayak Ucok Harahap,Melky Goeslaw,Benny Soebardja atau Mickey Bentoel",
Di mata Erros semua album musik Indonesia yang beredar,tak satupun yang bermutu."Musiknya saja gak karuan,lyriknya asal jadi ditambah hasil rekaman yang gak bermutu.Klop sudah nasib musik negeri ini".
Tanpa banyak gembar gembor kesana kemari Erros berhasil merilis album perdana Barongs Band."Coba bandingkan album gua,disana bisa dibuktikan musik dan lyriknya jauh berbeda.Lu boleh kritik abis,kalau omongan gua gak terbukti:.

HARI INI 27 Januari 80 DALAM SEJARAH DUNIA ROCK'N'ROLL.


27 Januari 1980 - Merupakan hari terakhir penampilan Bon Scott bersama AC/DC.Pasalnya usai menggelar konser "Highway to Hell World Tour",kondisi Scott terus menurun yang berakhir dengan tewasnya vokalis kebangaan AC/DC pada tgl 18 Februari 1980.
AC/DC yang sedang melambung popularitasnya lewat "Highway to Hell",seperti mengalami anti klimaks dengan tewasnya Scott."Waktu itu kami sedang semangat2nya bikin konser dimana-mana,tahu2 Scot pergi begitu saja"ungkap Angus Young pada Sydney Morning Herald.

ROGER DALTREY PENDIRI THE WHO ?


Seperti yang pernah diberitakan majalah Aktuil.
 Jika boleh dikatakan ya begitulah anggapan publik Inggris kpd Roger Daltrey.   Bertubuh tidak terlalu tinggi , pria ramah ini terlahir dgn nama Roger Harry Daltrey,  (lahir 1 Maret 1944; umur 73 tahun), adalah seorang penyanyi-penulis lagu dan aktor Inggris.   Roger terkenal sebagai penyanyi utama band rock Inggris, The Who dan disamping itu dia juga telah bersolo karier dan membintangi banyak film, drama, serta acara televisi. Selain itu dia juga membuat film a.l. Tommy dan Mc Vicar yg terkenal itu.  Pernah bekerja di pabrik baja bahkan pernah membuat gitar sendiri utk Pete Townsend.             Saya pribadi mulai tertarik dgn The Who saat album Pinball Wizard di rilis sekitar akhir thn 1960 an, saat lagu My generation dan I'm free dikumandangkan di acara Top 40 BBC.
                                                                              
Showmanship on stage nya tdk diragukan lagi serta kelihaiannya memainkan microphone wire bak tali lasso membuat Roger merupakan icon rock Inggris sejajar dgn Robert Plant, Ian Gillan, Ozzy Osbourne dll. Setelah The Who merilis album Who's Next di thn 1971, barulah masyarakat rock dunia semakin yakin akan karakter bermusik Roger Daltrey. Kepergian Keith Moon sangat membuat hatinya sedih namun tdk mengendurkan semangatnya utk tetap mempertahankan The Who sebagai tempatnya bermusikalitas. Dihari tuanya, Roger Daltrey banyak menulis utk sebuah buku dan bbrp lagu utk theme song pada film serial TV di Amerika. Dia juga giat bekerja menggalang dana utk suatu Yayasan Kanker Remaja Amerika.

THE MARIANIS - SANG PENANTANG GODBLESS.

Sumber Majalah Aktuil

Grup asal kota Padang ini punya nyali yang cukup besar.Tanpa tanggung menantang duel meet dengan GodBless.Padahal mereka cuma dikenal diseputar Sumatera Barat saja.
Bernaung dibawah manajemen hotel terkenal Mariani,memiliki peralatan musik yang lengkap dan berkelas.Namun saat GodBless manggung selama 2 malam di Padang.yang terlihat dipanggung cuma peralatan musiknya saja,sedangkan para personilnya entah kemana.
Alhasil hanya GodBless seorang diri menghibur masyarakat kota Padang."Kami mau lihat dulu kehebatan GodBles"kilah Mahyudin yang dipergoki koresponsen Aktuil sedang asyik menonton pagelaran di malam kedua.

NOMO "MEREKA MEMANG BUTA NOT BALOK".

Seperti yang ditulis di group FB Aktuil The Legend

Suatu saat Billy Silabhumi reporter Aktuil bertandang ke studio Remaco,namun Eugene Timothy bos Remaco menyuruhnya kembali sambil berbisik "Ada Koes Plus lagi rekaman" - Lho,kenapa gak boleh dilihat? Tidak biasa2nya mereka bersikap seperti itu."Boleh,tapi jangan lama2 ya".
Dari balik kaca ruang operator terlihat Tony Koeswoyo sedang me-nekan2 tuts piano dan terdengar aneh.Dia seperti mencari-cari nada yang pas.Tapi siapa yang peduli.Billy terus keluar studio sambil ber-tanya2 dalam hati,apakah Tony baru belajar main piano?
Ketika bertemu Nomo di studio Yukawi,Billy bertanya soal Tony.Koboi van Tuban itu lantas tertawa ngakak."Sampeyan gimana sih,mosyok ora ngerti.katanya dulu pernah jadi anak band.Asal sampeyan tahu Tony itu gak ngerti not balok,bukan cuma dia.mereka semua memang buta not balok,termasuk aku.Kalau gak percaya,sampeyan tanya sama konco2 anak band yang mangkal disana".

PANGGUNG MUSIK ROCK BANJIR DARAH.


Hingar bingar panggung musik rock tak luput dari peristiwa2 berdarah yang menimpa para penonton,seperti yang terjadi saat GodBless menggelar konser di Malang.3 orang tewas saat berebut masuk gedung pertunjukan,puluhan orang terpaksa digotong ke RS akibat luka2. Yang paling mengerikan terjadi pada festival hard rock di Taman Rekreasi,Jurug,Solo.Dimeriahkan oleh grup2 keras dari Solo Destroyer dan Tropic,Machine Head dari Jogyakarta yang tampil sebagai band pembuka,disusul Tropic.Kedua grup keras tersebut memanaskan suasana dengan lagu2 dari Deep Purple,Black Sabbath & ELP. Mala petaka terjadi menhelang tengah malam,saat Destroyer tampil dipenghujung acara.Personel Destroyer tampil menyodorkan lagu2 Black Sabbath dalam suasana horror,Pasalnya bau kemenyan merebak keras dari arah panggung,kabarnya Destroyer menyiap 20 kg kemenyan 30 kaleng mentega berisi bom asap,genta dari tiang telpon dan 1 keranjang sampah berukuran besar berisi kembang api. Ditengah raungan lagu "Paranoid" yang disambut tempik sorak penonton tiba2 terdengar ledakan keras diikuti semburan mercon,kembang api dan bom asap.Sebagian penonton mengira ini bagian atraksi Destroyer,namun setelah penonton menjerit histeris melihat beberapa orang roboh bersimbah darah.Kekacauanpun terjadi,ketika Diro bassist Destroyer berteriak "Matek aku...."ia langsung roboh terkena serpihan kaleng mentega. Djoko Waluyo roadies Destroyer yang bertugas membakar mercon,kembang api tewas seketika.& 7 penonton yng berada didepan panggung ikut meregang nyawa.Puluhan penonton terheletak akibat luka2 yang dideritanya.Festival Hard Rock dihentikan setelah bajir darah dimana-mana. Sumber: majalah Aktuil

Monday, January 22, 2018

Mmboopp Lagu Hits Tahun 90 an

Ada yg ingat ga yaa Sama ni lagu??

Mmm bop, ba duba dop
Mmm bop, ba duba dop
Ba du bop, ba duba dop
Ba du bop, ba duba dop
Ba du bop, ba duba dop
Ba du bop, ba duba dop
Ba du
Ba du

Sepatu Hits zaman 80-90 an


Dulu pas SMP sepatu warrior adalah sepatu wajib seluruh siswa di kotaku, kayaknya. Bagaimana dengan Hitters?
#sepatu_lejen
***foto dari Google