Tuesday, March 2, 2021

Cerita PSK Hamil Tua Terjaring Razia, 'Mereka Pengin Sekali sama Orang Hamil kayak Saya'

 


Cerita PSK Hamil Tua Terjaring Razia, 'Mereka Pengin Sekali sama Orang Hamil kayak Saya' Rabu, 3 Maret 2021 05:44 WIB Baca Selanjutnya: Wanita Hamil 7 Bulan Nekat Jadi PSK, Ngaku Tergoda Rayuan Teman: Tak Perlu Capek Uangnya Lumayan X zoom-in Cerita PSK Hamil Tua Terjaring Razia, 'Mereka Pengin Sekali sama Orang Hamil kayak Saya' KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHA Tim Maung Galunggung Polresta Tasikmalaya mendapati para PSK yang salah satunya sedang hamil tua menjajakan diri ke para hidung belang di depan salah satu hotel di kawasan Kota Tasikmalaya, Minggu (14/2/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA - TL, wanita berusia 21 tahun yang sedang hamil tua mengaku kesulitan ekonomi hingga terpaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK). TL mengaku baru 6 bulan menjajakan dirinya kepada pria hidung belang. Walau kondisinya sedang hamil tua, TL tak pernah absen mangkal di wilayah Kota Tasikmalaya setiap malam. Baca juga: Baru 2 Minggu Menikah, Wanita Ini Ditalak Suami, Ditinggal saat Hamil Sederet fakta Sejumlah fakta pengakuan TL, perempuan muda berumur 21 tahun berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Tasikmalaya dengan tawaran sensasi hamil tua sangat mencengangkan. 

Ternyata profesi yang dijalaninya selama ini mangkal di pinggir jalan mencari hidung belang dengan kondisi mengandung anak ketiganya diketahui orang tuanya. Baca juga: Fakta Baru Cewek Bandung Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Lotus Kediri Baca juga: Duka Para Artis untuk Rina Gunawan, Deswita Sebut Almarhum Baik dan Penuh Tawa "Saya baru cerai sama suami udah Seminggu ini. Pekerjaan saya selama ini mamah tahu," jelas TL saat dimintai keterangan di ruang interogasi Pol PP Kota Tasikmalaya, Senin (1/3/2021) dini hari. 

TL mengaku sudah tak bisa berpikir panjang lagi selama ini untuk mendapatkan uang cepat buat menghidupi anak-anaknya. 1. Anak masih balita, tak pernah lama-lama mangkal Selama ini dirinya memiliki anak paling besar usia 4 tahun dan paling kecil 2 tahun, ditambah bayi dalam kandungannya yang sudah berumur 7 bulan. "Suami kabur ntah kemana. Gimana lagi saya soalnya kepala keluarga. Saya enggak bisa kerja apa-apa lagi selain begini," tambahnya. Selama ini, kata TL, dirinya tak pernah lama-lama mangkal dan hanya ingin mendapatkan uang meski hanya satu atau dua orang memakai jasanya. 

Bahkan, dirinya berpikir setelah mendapatkan uang dari hasil pekerjaan malamnya tersebut, selalu ingin cepat pulang dan berkumpul bersama keluarganya. "Saya enggak berpikir besar atau kecilnya dapat uang. Setelah saya dapat uang untuk bekal anak-anak meski satu kali melayani, saya langsung pulang. Yang penting saya ada buat jajan dan makan anak-anak," ujar dia sembari sesekali menutupi wajahnya yang masih muda dan cantik. 

Saat siang harinya, lanjut TL, dirinya seperti laiknya sang ibu normal mengasuh dan membesarkan anak-anaknya seorang diri. Ia tak pernah berpikir panjang lagi sebab dan akibat pekerjaan malamnya, tapi berpikir bagaimana caranya anak-anaknya bisa tumbuh dewasa. "Saya enggak mikir apa-apa lagi, bagaimana caranya anak-anak saya bisa makan besok," tambahnya. 2. Tren PSK hamil Diberitakan sebelumnya, perempuan malam yang mangkal di jalanan wilayah Kota Tasikmalaya beberapa kali terjaring razia oleh petugas tengah kondisi hamil tua. 

Rupanya Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan kondisi hamil menjadi salah satu trend baru bisnis esek-esek kelas bawah yang tiap malamnya menjajakan diri di pinggir trotoar. Alasan klasik kesulitan ekonomi menjadi alasan buat mereka nekat terjun ke dunia malam serta karena ajakan temannya untuk mencari uang cepat. Seperti dialami TL, perempuan muda yang tengah hamil tua berusia 21 tahun yang terjaring razia mangkal di Depan PLN Kota Tasikmalaya, Senin (1/3/2021) dini hari tadi. 

Dirinya mengaku telah 6 bulan menjadi wanita malam seusai cerai dan telah memiliki dua anak meski usianya terbilang masih muda. "Saya butuh uang untuk kebutuhan hidup. 

Anak saya sudah dua ditambah sekarang saya hamil tua. Meski hamil saya mengaku menjual diri dan berhubungan sama pelanggan. Saya baru 6 bulan begini setelah cerai sama suami," jelas perempuan tersebut saat diperiksa Petugas Pol PP Kota Tasikmalaya, Senin dini hari. 3. ''Mereka Pengin Sekali sama Orang Hamil kayak Saya'' TL pun mengaku setiap malam di masa pandemi ini hanya mendapatkan uang Rp 100.000 sampai Rp 150.000. Ia mengaku sedang sepi pelanggan karena masa pandemi. Jarang pria berlalu lalang di wilayah perkotaan karena aturan ketat pencegahan Covid-19. Setiap malam, ia berdiri diri di trotoar sekitar Jalan Mayor Utarya, depan PLN Kota Tasikmalaya, untuk menggaet pelanggan yang lewat daerah tersebut. "Kalau saya baru enam bulan mulai saat pandemi, jadi tiap malam juga sepi. Paling ada dapat satu orang, kadang enggak. Mereka tahu saya hamil, dan katanya pengin sekali sama orang hamil kayak saya," tambahnya. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita PSK Hamil Tua Terjaring Razia, Jadi Kepala keluarga Setelah Suami Kabur, Profesi Diketahui Orangtua" Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PSK Tasikmalaya: Mereka Pengin Sekali sama Orang Hamil kayak Saya"

No comments:

Post a Comment