WNI Jadi Imam Masjidil Haram di Mekkah, Ternyata Ini Faktanya
Seputartangsel
2021/03/06 10:12
Informasi hoaks tentang WNI menjadi Imam di Masjidil Haram Mekkah. /Tangkapan Layar Twitter /
SEPUTARTANGSEL.COM – Beberapa waktu lalu tersiar kabar ada seorang WNI yang menjadi Imam Masjidil Haram di Mekah.
Kabar tersebut diperoleh dari unggahan seseorang di media sosial Twitter dan beredar pula di Facebook.
Di dalam cuitan yang dikutip SeputarTangsel.Com, terlihat seorang berwajah Asia Tenggara (Indonesia) sedang membaca Alquran di Masjidil Haram.
Di sekeliling pria itu terdapat Imam-Imam besar Masjid di Mekkah tersebut yang sudah terkenal. Di antaranya, Syekh Abdurrahman As Sudais.
Pembaca Alquran yang dimaksud memakai sorban putih, bergaya seorang pemimpin agama di Arab Saudi.
“Orang Indonesia asal Banjar Kalimantan Nama Ashad Yanti bin Jukri Bakri Al Banjari 21 tahun lolos menjadi Imam Masjidil Haram mulai tahun ini menjadi salah satu Imam shalat subuh dan tarawih,” tulis akun tersebut.
Halaman:
Editor: Sugih Hartanto
Akun lain dengan caption yang sama menampilkan foto Imam yang disebut berasal dari Indonesia. Begitu pula beberapa akun lain di Twitter.
Benarkah ada WNI yang menjadi Imam di Masjidil Haram Mekkah? Jika betul, tentu akan menjadi sebuah kebanggaan sendiri.
Imam di masjid negara di Mekkah haruslah orang yang ditunjuk Mufti atau Pemerintah. Orang tersebut haruslah berakhlak baik dan mempunyai ilmu agama cukup dalam. Apalagi jika dia ditempatkan di Masjidil Haram
Untuk menjadi Imam di masjid yang mendunia tersebut, haruslah seseorang yang tahfiz Quran, mempunyai suara bagus, akhlak baik, dalam ilmu agama, berpendidikan, dan asal-usulnya jelas.
SeputarTangsel.Com mengutip dari Antara mengetahui, bahwa ternyata berita yang beredar adalah menyesatkan alias hoaks.
Diketahui, berita dengan narasi yang sama beberapa kali pernah beredar dengan foto dan nama orang yang berbeda.
Pria dalam unggahan video maupun foto memang membaca Alquran di Masjidil Haram dan disaksikan banyak orang. Namun, bukan karena di adalah Imam.
Dia diundang untuk membacakan Alquran dalam Pembukaan Tahfidzul Quran di Kota Mekkah pada 12 Ramadhan 1439 atau 2018 yang telah lewat.
"Saya pastikan informasi tersebut adalah hoaks. Melihat video dan mendengar suara yang ada di video sama sekali tidak ada yang mengindikasikan informasi seperti dalam unggahan di atas,” ujar juru bicara Duta Besar Indonesia Muhammad Murrajab, seperti dikutip SeputarTangsel.Com dari Antara. ***

No comments:
Post a Comment