Monday, March 15, 2021

SENYAWA YANG SEMPURNA : LILIN-LILIN KECIL + CHRISYE

 dari status fb Triawan KH



SENYAWA YANG SEMPURNA : LILIN-LILIN KECIL + CHRISYE


1977.Dua entri  baru masuk  dalam library musik Indonesia. Keduanya menyeruak di antara kerumunan  musik pop yang beredar masa itu : Lilin-lilin Kecil  dan Chrisye. Keduanya lembut menyapa telinga langsung  masuk dan tinggal di hati pencinta musik tanah air. Ada semburat aroma asing yang berhembus di atmosfir musik negeri kala itu. Asing,  tapi memesona. 


Hembusan itu - disadari atau tidak  -   beringsut   menggeser orientasi   publik musik ke arah lain. Telinga dan hati pun  mulai adaptif  dan mengakrabi  struktur lagu yang lebih komplek   dibanding lagu-lagu yang banyak beredar masa itu . Baik dalam notasi , chord, serta lirik yang lebih bernas.  


Tak bisa dipungkiri, hadirnya Lilin-lilin Kecil - begitu juga Chrisye - ke ranah  musik Indonesia adalah buah dari upaya manajemen Radio Prambors, Jakarta untuk  mengurai  belenggu terhadap musik pop  dari jerat komersialisme .   Dan itu dilakukan melalui penyelenggaraan ajang Lomba Cipta Lagu Remaja ( LCLR ) sejak 1977.


Lilin-lilin Kecil dan Chrisye memang berjodoh.  Keduanya saling memberi makna sehinga menjadi sebuah senyawa yang sempurna. Bisa jadi perjalanan  cerita akan berbeda bila keduanya tidak dipertautkan. Lilin-lilinKecil adalah tonggak awal  karier seorang James F Sundah ( selaku pencipta ) dan ( alm ) Chrisye sebagai penyanyi . Keduanya hingga kini tetap dikenang dan direspek atas rentang karya mereka yang panjang. Chrisye  ( alm ) bahkan di- subya-subya sebagai sejatinya penyanyi  legendaris Indonesia. Chrisye  adalah   “A True Legend”.


2009. Majalah Roling Stones Indonesia memilih Lilin-lilin Kecil sebagai lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa urutan ke-13.  Buat saya,di  urutan ke 5 pun sah-sah saja. Penerimaan , pengakuan  tertinggi dan terjujur adalah dari masyarakat sebagai konsumen lagu tersebut. 


2021.Empat puluh empat tahun sudah usia Lilin-lilin kecil. Masih kita dengar orang menyanyikannya dalam berbagai format. Dengan cara sederhana dan melalui program yang  sederhana ,Angkat Topi,  besok malam  ( 17/3 ) Saka Metronom ingin   berterima kasih dan sekaligus mengapresiasi Lilin-lilin Kecil sebagai sebuah karya yang  indah dan menginspirasi .  


Keberhasilan Lilin-lilin Kecil mengokohkan tekad James F Sundah menjadi seorang pencipta lagu. Bermuculan hits yang dia ciptakan  kemudian semisal    Astaga  ( Ruth Sahanaya ), Amburadul ( Ruth Sahanaya ), September Ceria ( Vina Panduwinata  ),  September Pagi ( Ruth S & Harvey M ), Citra Biru ( Vina Panduwinata ), Jeritan Seberang ( Chrisye ).


Terima kasih , James Freddy Sundah, ST…. dan semua pencipta lagu  Indonesia untuk karya yang kalian persembahkan bagi negeri ini.


NB :

Semoga juga  stasiun televisi  tidak lagi menulis “ dipopulerkan oleh ”  tapi menulis nama pencipta. Sungguh kebiasan buruk yang menyedihkan dan tidak apresiatif.

No comments:

Post a Comment