dari status fb Triawan KH
SENYAWA YANG SEMPURNA : LILIN-LILIN KECIL + CHRISYE
1977.Dua entri baru masuk dalam library musik Indonesia. Keduanya menyeruak di antara kerumunan musik pop yang beredar masa itu : Lilin-lilin Kecil dan Chrisye. Keduanya lembut menyapa telinga langsung masuk dan tinggal di hati pencinta musik tanah air. Ada semburat aroma asing yang berhembus di atmosfir musik negeri kala itu. Asing, tapi memesona.
Hembusan itu - disadari atau tidak - beringsut menggeser orientasi publik musik ke arah lain. Telinga dan hati pun mulai adaptif dan mengakrabi struktur lagu yang lebih komplek dibanding lagu-lagu yang banyak beredar masa itu . Baik dalam notasi , chord, serta lirik yang lebih bernas.
Tak bisa dipungkiri, hadirnya Lilin-lilin Kecil - begitu juga Chrisye - ke ranah musik Indonesia adalah buah dari upaya manajemen Radio Prambors, Jakarta untuk mengurai belenggu terhadap musik pop dari jerat komersialisme . Dan itu dilakukan melalui penyelenggaraan ajang Lomba Cipta Lagu Remaja ( LCLR ) sejak 1977.
Lilin-lilin Kecil dan Chrisye memang berjodoh. Keduanya saling memberi makna sehinga menjadi sebuah senyawa yang sempurna. Bisa jadi perjalanan cerita akan berbeda bila keduanya tidak dipertautkan. Lilin-lilinKecil adalah tonggak awal karier seorang James F Sundah ( selaku pencipta ) dan ( alm ) Chrisye sebagai penyanyi . Keduanya hingga kini tetap dikenang dan direspek atas rentang karya mereka yang panjang. Chrisye ( alm ) bahkan di- subya-subya sebagai sejatinya penyanyi legendaris Indonesia. Chrisye adalah “A True Legend”.
2009. Majalah Roling Stones Indonesia memilih Lilin-lilin Kecil sebagai lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa urutan ke-13. Buat saya,di urutan ke 5 pun sah-sah saja. Penerimaan , pengakuan tertinggi dan terjujur adalah dari masyarakat sebagai konsumen lagu tersebut.
2021.Empat puluh empat tahun sudah usia Lilin-lilin kecil. Masih kita dengar orang menyanyikannya dalam berbagai format. Dengan cara sederhana dan melalui program yang sederhana ,Angkat Topi, besok malam ( 17/3 ) Saka Metronom ingin berterima kasih dan sekaligus mengapresiasi Lilin-lilin Kecil sebagai sebuah karya yang indah dan menginspirasi .
Keberhasilan Lilin-lilin Kecil mengokohkan tekad James F Sundah menjadi seorang pencipta lagu. Bermuculan hits yang dia ciptakan kemudian semisal Astaga ( Ruth Sahanaya ), Amburadul ( Ruth Sahanaya ), September Ceria ( Vina Panduwinata ), September Pagi ( Ruth S & Harvey M ), Citra Biru ( Vina Panduwinata ), Jeritan Seberang ( Chrisye ).
Terima kasih , James Freddy Sundah, ST…. dan semua pencipta lagu Indonesia untuk karya yang kalian persembahkan bagi negeri ini.
NB :
Semoga juga stasiun televisi tidak lagi menulis “ dipopulerkan oleh ” tapi menulis nama pencipta. Sungguh kebiasan buruk yang menyedihkan dan tidak apresiatif.

No comments:
Post a Comment