Sunday, March 7, 2021

Heboh Kelas Orgasme Tarif Rp 7,2 Juta di Bali, Polisi Geruduk Tempat Acara dan Amankan WN Australia

 Heboh Kelas Orgasme Tarif Rp 7,2 Juta di Bali, Polisi Geruduk Tempat Acara dan Amankan WN Australia



Petugas Kemenkumham Bali dan polisi saat mendatangi AB di Gianyar. (Sumber: Humas Kanwil Kemenkumham Bali)

JAKARTA, KOMPAS TV - Jagat media sosial dikejutkan dengan sebuah iklan acara bertajuk kelas orgasme. Iklan acara kegiatan itu pun mendadak langsung viral. 

Dalam iklan yang tersebar di media sosial itu, menampilkan rencana digelarnya kelas orgasme di kawasan Ubud, Bali. 

Event bertajuk "Tantric Full Body Energy Orgasm Retreat" itu rencananya bakal digelar mulai Sabtu (6/3/2021) besok. 

Bagi tiap peserta yang ingin mengikuti kegiatan tersebut dikenakan tarif sebesar USD500 atau setara Rp 7,2 juta. 

Namun, acara tersebut keburu batal setelah pihak penyelenggara yang merupakan warga negara Australia berinisial AB diamankan polisi. 

Kapolres Gianyar, AKBP I Dewa Made Adnyana, mengatakan pihak kepolisian langsung turun tangan setelah ada informasi bakal diadakannya kelas orgasme. 

Namun, WN Australia berinisial AB yang diamankan itu akhirnya dipulangkan setelah memberikan keterangannya ke polisi pada Jumat (5/3/2021). 

Menurut Adnyana, AB sipulangkan karena polisi dalam melakukan pemeriksaan tidak menemukan adanya unsur pidana pada kasus itu. 

"Karena belum terlaksana, dia juga menjelaskan ini semacam pelatihan yoga untuk terapi seksualitas," kata Adnyana dikutip dari Kompas.com pada Sabtu (6/3/2021). 

"Makanya karena belum terlaksana, kita belum melihat adanya unsur pidananya." 

Adnyana mengatakan, AB mengakui memang hendak menggelar kelas orgasme tersebut. 

Untuk menjaring peserta, AB menyebarkan iklan di media sosial. 

Setelah iklan kelas orgasme itu viral, polisi lalu mendatangi hotel tempat kelas orgasme itu akan digelar. 

"Pihak manajemen hotel GM menyampaikan gelaran itu sudah dibatalkan. Ternyata baru booking keterangan dari manajemen dan stafnya," ucapnya. 

Polisi pun lantas mencari AB untuk diamankan. WN Australia itu dibawa ke Polsek Ubud untuk dimintai keterangan. 

"Memang mau menggelar pelatihan yoga terapi untuk seksualitas, dia sudah batalkan rencana tersebut," kata Adnyana. 

"Karena melihat reaksi di media sosial kayaknya tidak diterima kurang baik oleh masyarakat sekitar, nah karena melihat reaksi itu, dia membatalkan."

No comments:

Post a Comment